Marji’yah Kabilah Hadramaut menegaskan kembalinya stabilitas di wilayah Hadramaut serta pentingnya konsolidasi politik dan sosial masyarakat setempat. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan luar biasa yang digelar di Kota Seiyun pada awal Januari.
Pertemuan yang berlangsung pada 6 Januari 2025 tersebut diselenggarakan oleh Marji’yah Kabilah Hadramaut melalui pusat medianya. Forum ini digelar sebagai respons atas dinamika politik dan keamanan yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pembukaan rapat, Marji’yah secara tegas menyampaikan apresiasi terhadap peran Kerajaan Arab Saudi. Dukungan Riyadh dinilai tulus dan berdampak langsung dalam membantu Hadramaut melewati masa-masa sulit.
Menurut pernyataan resmi, dukungan Saudi telah membantu mengurangi ketegangan dan membuka jalan bagi pemulihan kondisi sosial serta keamanan. Kehidupan masyarakat dinilai mulai kembali berjalan normal.
Pertemuan luar biasa ini dihadiri oleh seluruh unsur dan badan di bawah Marji’yah Kabilah Hadramaut. Mereka membahas rangkaian peristiwa yang terjadi sejak 3 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Para tokoh kabilah menilai periode tersebut sebagai fase kritis yang sempat membebani situasi umum Hadramaut. Kekhawatiran terhadap stabilitas dan masa depan wilayah sempat menguat di tengah masyarakat.
Namun, sejak memasuki 3 Januari 2026, Marji’yah mencatat adanya perubahan signifikan. Tanda-tanda stabilitas mulai muncul dan harapan baru kembali tumbuh di kalangan masyarakat Hadramaut.
Kondisi ini dinilai memperkuat tekad warga untuk mempertahankan hak-hak mereka yang sah. Aspirasi untuk mengelola urusan keamanan, militer, dan sipil dengan kehendak sendiri kembali mengemuka.
Marji’yah menekankan bahwa pengelolaan tersebut harus dilakukan dalam kerangka yang menjaga martabat, identitas, dan posisi strategis Hadramaut di tingkat nasional.
Dalam rapat itu pula dibahas pentingnya membangun koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah. Marji’yah mendorong pertemuan segera dengan Gubernur Hadramaut, Salem Ahmed Al-Khombashi.
Marji’yah Kabilah Hadramaut menegaskan akan tetap menjadi mitra dan penopang otoritas lokal. Peran ini dipandang penting untuk memastikan keamanan dan stabilitas dapat terjaga secara menyeluruh.
Selain isu keamanan, rapat juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi. Hadramaut dinilai harus kembali mengambil peran strategis di tingkat nasional.
Para tokoh menilai keterlibatan Hadramaut dalam struktur negara selama ini belum optimal. Oleh karena itu, dorongan untuk menempati posisi strategis dan kepemimpinan nasional kembali ditegaskan.
Dalam konteks politik, Marji’yah menyambut peresmian Dewan Hadramaut Nasional yang dilaksanakan sehari sebelumnya. Peresmian tersebut dipandang sebagai momentum penting.
Dewan Hadramaut Nasional disebut sebagai awal fase politik baru bagi wilayah tersebut. Marji’yah menilai lembaga ini berpotensi menjadi wadah resmi aspirasi rakyat Hadramaut.
Harapan besar disematkan agar Dewan Hadramaut Nasional berperan sebagai payung politik dan representasi sah masyarakat Hadramaut di tingkat nasional.
Marji’yah secara terbuka mengajak seluruh elemen masyarakat Hadramaut untuk bersatu dan mendukung Dewan Hadramaut Nasional. Seruan persatuan dinilai krusial di tengah dinamika politik Yaman.
Marji’yah Kabilah Hadramaut juga menegaskan komitmennya untuk mendukung dewan tersebut dalam setiap langkah yang bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
Di penghujung rapat, apresiasi kembali disampaikan kepada kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi. Raja Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Menteri Pertahanan Khalid bin Salman disebut secara khusus.
Ucapan terima kasih juga diarahkan kepada pimpinan politik Yaman, termasuk Presiden Dewan Kepemimpinan Rashad Al-Alimi dan Gubernur Hadramaut Salem Al-Khombashi, atas perhatian dan peran mereka dalam memulihkan Hadramaut menuju kondisi yang lebih stabil.

0 komentar:
Posting Komentar